Menu ✖

Mode Gelap
BPBD Kayong Utara Catat 2.244 Hektar Hutan dan Lahan Terbakar Sepanjang Januari–September 2026. Bantuan Pusat Rp20 Miliar untuk Karhutla Kayong Utara: Diserap Dinkes, Satpol PP, Kecamatan, hingga Hibah Alat Pemadam. Himakatra Desak Pemerintah Investigasi Titik Api di Konsesi PT Mayawana Persada Hadirkan Bantuan Sumur Air untuk Santri Daud Yordan Kembali Naik Ring di GOR Terpadu Pangsuma Lewat “Back to Champion 2026” SIMPANG HILIR DAN PULAU MAYA JADI TITIK TERBANYAK KARHUTLA DI KAYONG UTARA

Headline

BPBD Kayong Utara Catat 2.244 Hektar Hutan dan Lahan Terbakar Sepanjang Januari–September 2026.

badge-check


					BPBD Kayong Utara Catat 2.244 Hektar Hutan dan Lahan Terbakar Sepanjang Januari–September 2026. Perbesar

KALBARFYI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara mencatat total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini mencapai 2.244 hektar.

Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, mengungkapkan rincian data tersebut berdasarkan penghimpunan laporan periode Januari hingga September 2026.

“Ini data kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Kayong Utara per kecamatan dari Januari sampai September kemarin,” kata Fathul Bahri saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan sebaran wilayah per kecamatan, kecamataan Simpang Hilir menjadi area terdampak paling luas, disusul oleh Sukadana dan kecamatan lainnya:

– Kecamatan Sukadana: 926 hektar
– Kecamatan Simpang Hilir: 978 hektar
– Kecamatan Teluk Batang: 67 hektar
– Kecamatan Pulau Maya: 327 hektar

“Sukadana itu ada sembilan ratus dua puluh enam hektar. Terus Kecamatan Simpang Hilir sembilan ratus tujuh puluh delapan hektar. Terus Teluk Batang enam puluh tujuh hektar. Pulau Mayat itu tiga ratus dua puluh tujuh hektar,” tambahnya.

“Total yang terbakar dua ribu dua ratus empat puluh empat hektar,” lanjutnya.

Selain data per kecamatan, Fathul juga memaparkan sebaran luas area yang terbakar berdasarkan status fungsi kawasannya. Kebakaran terbesar terjadi pada area kepemilikan masyarakat atau luar kawasan hutan.

– Area Penggunaan Lain (APL): 1.400 hektar
– Kawasan Taman Nasional: 767 hektar
– Hutan Produksi: 68 hektar

“kalau yang di APL itu seribu empat ratus hektar dari tadi itu ya. Seribu empat ratus hektar. Kalau di kawasan Taman Nasional tujuh ratus enam puluh tujuh hektar,” sambungnya.

Data akumulasi ini menjadi acuan penting bagi BPBD dan pihak terkait dalam memetakan wilayah rawan serta menentukan langkah evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Kayong Utara ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bantuan Pusat Rp20 Miliar untuk Karhutla Kayong Utara: Diserap Dinkes, Satpol PP, Kecamatan, hingga Hibah Alat Pemadam.

9 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Himakatra Desak Pemerintah Investigasi Titik Api di Konsesi PT Mayawana Persada

28 September 2026 - 14:51 WIB

Hadirkan Bantuan Sumur Air untuk Santri

15 September 2026 - 17:34 WIB

Daud Yordan Kembali Naik Ring di GOR Terpadu Pangsuma Lewat “Back to Champion 2026”

15 September 2026 - 17:16 WIB

SIMPANG HILIR DAN PULAU MAYA JADI TITIK TERBANYAK KARHUTLA DI KAYONG UTARA

24 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Trending di Collection