KALBARFYI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara mencatat total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini mencapai 2.244 hektar.
Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, mengungkapkan rincian data tersebut berdasarkan penghimpunan laporan periode Januari hingga September 2026.
“Ini data kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Kayong Utara per kecamatan dari Januari sampai September kemarin,” kata Fathul Bahri saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan sebaran wilayah per kecamatan, kecamataan Simpang Hilir menjadi area terdampak paling luas, disusul oleh Sukadana dan kecamatan lainnya:
– Kecamatan Sukadana: 926 hektar
– Kecamatan Simpang Hilir: 978 hektar
– Kecamatan Teluk Batang: 67 hektar
– Kecamatan Pulau Maya: 327 hektar
“Sukadana itu ada sembilan ratus dua puluh enam hektar. Terus Kecamatan Simpang Hilir sembilan ratus tujuh puluh delapan hektar. Terus Teluk Batang enam puluh tujuh hektar. Pulau Mayat itu tiga ratus dua puluh tujuh hektar,” tambahnya.
“Total yang terbakar dua ribu dua ratus empat puluh empat hektar,” lanjutnya.
Selain data per kecamatan, Fathul juga memaparkan sebaran luas area yang terbakar berdasarkan status fungsi kawasannya. Kebakaran terbesar terjadi pada area kepemilikan masyarakat atau luar kawasan hutan.
– Area Penggunaan Lain (APL): 1.400 hektar
– Kawasan Taman Nasional: 767 hektar
– Hutan Produksi: 68 hektar
“kalau yang di APL itu seribu empat ratus hektar dari tadi itu ya. Seribu empat ratus hektar. Kalau di kawasan Taman Nasional tujuh ratus enam puluh tujuh hektar,” sambungnya.
Data akumulasi ini menjadi acuan penting bagi BPBD dan pihak terkait dalam memetakan wilayah rawan serta menentukan langkah evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Kayong Utara ke depannya.







