Menu ✖

Mode Gelap
Himakatra Desak Pemerintah Investigasi Titik Api di Konsesi PT Mayawana Persada Hadirkan Bantuan Sumur Air untuk Santri Daud Yordan Kembali Naik Ring di GOR Terpadu Pangsuma Lewat “Back to Champion 2026” SIMPANG HILIR DAN PULAU MAYA JADI TITIK TERBANYAK KARHUTLA DI KAYONG UTARA Perkuat Armada Penanganan Bencana, Sinergi Pemkab Kayong Utara dan Harita Group Datangkan Water Truck Perkuat Armada Penanganan Bencana, Pemkab Kayong Utara Dapatkan Tambahan Water Truck Swasta

News

Romi Wijaya Calon Bupati Kayong Utara Tangapi Isu Terkait Dirinya Yang Dituding Bukan Putra Daerah

badge-check


					Romi Wijaya Calon Bupati Kayong Utara (KKU) kampaye perdananya di Dusun Benawai Agunan kecamatan Sukadana, Minggu pagi 29 September 2024. Perbesar

Romi Wijaya Calon Bupati Kayong Utara (KKU) kampaye perdananya di Dusun Benawai Agunan kecamatan Sukadana, Minggu pagi 29 September 2024.

Kalbarfyi.com – Beredar isu dimasyarakat bahwa Romi Wijaya Calon Bupati Kayong Utara (KKU) Di tuding bukan asli putra Daerah. Namum hal itu dibantah lansung oleh Romi Wijaya, ia mengatakan bahwa dirinya asli putra Daerah Kayong Utara, hal ini di sampaikan langsung oleh Romi Wijaya saat kampaye perdananya di Dusun Benawai Agunan kecamatan Sukadana, Minggu pagi 29 September 2024 di kediaman Rudiansyah Selaku ketua tim relawan tingkat Kecamatan.

“Kalo orang tua saye ni nama nya Abdul Wahab (ayah) asli Dusun Kecil Pulau Mayak, Emak Saye Jamaiyah dari Sukadana” ucap Romi Wijaya.

Pada masa itu sulitnya pekerjaan di Kayong Utara, akhir kedua orang tua Romi Wijaya pergi bekerja ke Teluk air (batu ampar) Kabupaten Kubu Raya, Kemudian di sana Romi dilahirkan dan tak berselang lama akhirnya Romi kembali ke Sukadana untuk bersekolah.

“Karena jaman dulu kerja susah, jadi die ni (orang tua Romi) kerja somel di teluk air, dan lahir lah saye (Romi Wijaya), saat usia saye 6 tahun balek agik ke Sukadana untuk bersekolah, dari SD-SMA,”ujar Romi.

Kemudian Romi Wijaya menjelaskan terkait kelahiran seseorang di suatu tempat yang berbeda dari asalnya bisa dikatakan orang tersebut menjadi warga setempat (tempat kelahiran)

“Jadi sekarang kalau istri kita mau beranak (melahirkan), tiba-tiba dioperasi sesar, tapi dak (tidak) bisa di Sukadana kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Agusjam Ketapang, lahir lah di Ketapang, apakah die jadi orang Ketapang,” jelas Romi Wijaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Himakatra Desak Pemerintah Investigasi Titik Api di Konsesi PT Mayawana Persada

28 September 2026 - 14:51 WIB

Hadirkan Bantuan Sumur Air untuk Santri

15 September 2026 - 17:34 WIB

Daud Yordan Kembali Naik Ring di GOR Terpadu Pangsuma Lewat “Back to Champion 2026”

15 September 2026 - 17:16 WIB

SIMPANG HILIR DAN PULAU MAYA JADI TITIK TERBANYAK KARHUTLA DI KAYONG UTARA

24 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Perkuat Armada Penanganan Bencana, Sinergi Pemkab Kayong Utara dan Harita Group Datangkan Water Truck

14 Agustus 2026 - 22:07 WIB

Trending di Collection