KALBARFYI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara menerima dukungan strategis berupa dua unit armada truk air (water truck) beserta sarana penunjang dari Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di pelataran Masjid Agung Oesman Al-Khair, Sukadana, Jumat (14/8/2026).

Bantuan operasional tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan manajemen KIPP, Dev Herinda, dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari. Dua unit armada water truck ini disiagakan untuk menjangkau 22 desa di wilayah Kayong Utara guna memperluas distribusi air bersih sekaligus memperkuat kesiapsiagaan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Selain water truck, KIPP juga menyalurkan bantuan berupa dua unit pompa air, 4.000 lembar masker, paket multivitamin, susu, serta dukungan akomodasi dan konsumsi. Seluruh logistik penunjang ini dikhususkan bagi personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tengah bertugas di lapangan.
Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian pihak swasta di tengah keterbatasan sarana penanggulangan bencana yang dihadapi pemerintah daerah.
“Kami dari Pemda Kayong sangat berterima kasih sekali adanya kepedulian dan rasa kebersamaan terhadap masalah yang sedang kita hadapi sekarang,” kata Amru Chanwari.
“Alhamdulillah hari ini, kita dapat pinjaman dua unit water truck yang tentunya ini sangat berarti bagi kami dan sangat berarti pula untuk masyarakat Kayong Utara,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan manajemen KIPP, Dev Herinda, menegaskan bahwa partisipasi perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Ia menilai ancaman Karhutla serta kekeringan pada musim kemarau adalah tantangan bersama yang membutuhkan intervensi kolaboratif.
“Karhutla menjadi perhatian kita bersama. Oleh karena itu, KIPP ingin mengambil bagian sesuai dengan kapasitas yang kami miliki untuk mendukung para petugas dan masyarakat di Kayong Utara,” kata Dev saat dikonfirmasi media Kayong Informasi.
Dev menjelaskan, bantuan armada penyalur air menjadi prioritas utama karena kebutuhan mendesak di lapangan. Selain itu, perusahaan juga mengupayakan bantuan kesehatan untuk menjaga stamina tim satgas yang bekerja di titik-titik rawan.
“Hal yang paling krusial untuk dibantu adalah keberadaan water truck. Setelah itu, kami berpikir apa lagi yang bisa disalurkan, sehingga kami menyiapkan masker dan kebutuhan logistik lainnya. Jadi intinya adalah kami empati dan kami bersama dengan bapak-bapak semua kalau kita saling sinergi dan saling bergotong-royong nggak ada hal yang tidak bisa kita pecahkan,” tutupnya.










